Selasa, 16 Februari 2021

Aku Kembali

 Hai, aku kembali.

Kembali karena perasaan itu ada lagi setelah 6 tahun aku berusaha percaya dengan orang lain sebagai tempat bercerita. Mungkin aku yang terlalu percaya sehingga terlalu mengekspresikan apapun yang aku rasakan tanpa berpikir orang lain akan salah mengartikan dan memandangku buruk. Semakin bertambahnya usia rasanya dunia semakin menakutkan. Aku tidak tahu harus berbuat apa dengan kehidupanku saat ini. 

Semuanya baik. Cukup. Serasa tidak ada yang kurang. Tapi aku tidak punya penghasilan tetap seperti teman-temanku yang lain. Aku ingin membeli  barang kesukaanku dengan uangku sendiri agar tidak merasa membebani orang lain. Aku juga ingin mewujudkan keinginan orang-orang yang aku sayangi dengan uang. Ya, karena saat ini hanya uang yang bisa membuat orang lain dinilai baik. Bukan, bukan karena aku ingin dinilai baik. Tapi entah kenapa tolok ukur orang baik itu -dari hasil pengamatanku terhadap orang tua dan orang terdekatku- yang sering memberikan sesuatu berupa materi itulah yang dianggap baik.

Dia pernah berkata "Gak tau ya kenapa teman-teman bilang baik. Padahal dulu gak pernah jajanin atau beliin apa gitu. Malah mereka yang jajanin." So? Apakah hanya dengan "jajanin" baru bisa dianggap baik?

Jadi ku jawab saja "Ya kan baik gak harus selalu karena beliin ini itu, bisa aja kan karena sikap yang baik"

"Iya sih, dulu sering belain kalau ada yang macam-macam"

Belum lama ini juga aku membelikan jajanan untuk adik dari orang terdekatku. Entahlah, rasanya sebelum itu dia selalu memandangku buruk (mungkin sekarang juga masih). Dia bilang aku baik dan terima kasih sudah menghibur adiknya. Ada perasaan yang tidak nyaman ketika aku dinilai baik hanya karena apa yang aku berikan kepada seseorang. Ya memang, orang bebas berpendapat dan menilai sesuatu dari sudut pandangnya, hanya saja aku agak sangsi dengan pengertian baik karena telah diberikan sesuatu, which is kadang kalau si orang baik ini rude ke orang yang pernah dibaikin akan ada saja perkataan "Udah sabar aja, inget lu bisa hidup sampai sekarang karena dibiayain sama dia". Feels like "What the hell ??!!" Mengingatkanku pada kata-kata "yang kaya yang berkuasa", dan seperti kata nenekku ke ayahku, lalu dari ayahku ke aku "lu harus jadi orang kaya". Ya karena uang adalah salah satu cara menaklukkan dunia.

Aku ingin cerita banyak sekali sampai aku rasanya ingin membuat robot pendengar cerita saking tidak percaya untuk cerita kepada manusia.
"Curhat sama Allah lebih baik"

Oke, terima kasih sarannya wahai kaum-kaum tidak berperasaan. Aku tahu niatmu sangat baik, tapi dalam kondisi seperti ini aku hanya ingin didengarkan. Ada mata yang memandangku dengan antusias saat aku bercerita, merespon dengan bahasa tubuh yang menenangkan, memberikan feed back yang tidak menggurui. Mungkin aku bisa menggabungkan sistem Artificial Intelegent bot chat dengan google voice untuk menciptakan apa yang aku inginkan.

Yah, orang denial sepertiku memang seharusnya segera dapat menghadapi kenyataan bahwa dunia memang tak selamanya baik. 

Di umur yang ke 23 ini, aku sudah bergelar sarjana. Namun yang aku sayangkan adalah apa yang aku ambil bukanlah passion ku. Bahasa Indonesia. Bukan salah siapa-siapa, aku memang awalnya bingung untuk mengambil jurusan apa sehingga asal pilih saja. Aku biasa mengerjakan desain untuk kebutuhan promosi, tetapi hal itu membuatku sangat depresi hingga sakit kepala, susah tidur, susah makan, pikiran tidak tenang. Sampai akhirnya aku bertanya-tanya, sebenarnya passion ku di desain atau bukan? seharusnya jika memang keahlianku disitu aku tidak merasa terbebani seperti ini. Yang aku rasakan hanya senang ketika utak atik software dan mendesain sesuatu untuk diriku sendiri. Aku kesulitan memahami keinginan seseorang sehingga beberapa klien ku kecewa dengan hasil desain ku walaupun mereka tidak mengatakannya. Yang jelas desainku tidak bertahan lama kemudian mereka mengganti desain baru atau tidak menggunakannya sama sekali.

Aku ingin sekali bekerja dari rumah. Aku sedikit tidak nyaman bertemu dengan orang-orang. Bahkan mengobrol melalui handphone kadang sengaja tidak ku jawab karena aku kurang komunikatif. Mungkin bisa dengan pesan suara yang kemudian kubalas dengan pesan suara juga. hihi.

Hahhh, aku sudah sedikit lega sekarang. Terima kasih sudah menjadi tempat curhat.

Aku berharap aku sehat selalu dan kuat lahir batin. Aku juga berharap hari ini aku bisa mulai mendapatkan uang bulanan atau kalau bisa harian yang tetap yang cukup untuk membeli kebutuhan sehari-hari, membeli semua keinginanku, perawatan tubuh ke salon  dan dokter professional, ada biaya hari tua dan buat usaha atau investasi, beliin semua keinginan mama papa ade, berbagi ke semua orang yang membutukan, dan masih banyak sisa uang yang bahkan sampai bingung mau dibelikan apa lagi. AAMIIN.

Leave a Reply