setelah gue nonton AADC, ternyata Rangga punya kesamaan sifat sama gue. suka menyendiri dan baca buku, nulis puisi, tapi beda nya gue punya banyak temen kaya' Cinta. ya walaupun puisi gue ngga sebagus Rangga, tapi gue suka nulis puisi sejak kelas 7 (1 SMP) dulu.
ini puisi yang belum lama gue bikin. oh ya dulu gue juga sempet bikin puisi buat bintang. (jahhh flashback terussss) well ini puisi nya (bukan puisi buat bintang).
ini puisi yang belum lama gue bikin. oh ya dulu gue juga sempet bikin puisi buat bintang. (jahhh flashback terussss) well ini puisi nya (bukan puisi buat bintang).
Aku
tidak benar-benar tahu
Kemana
arahnya tujuan
Sedangkan
aku terus berlayar
Menatap
kedepan dengan tatapan kosong
Kau begitu rumit
Seperti rumus dalam fisika
Juga rumus turunan matematika
Yang diterapkan dalam pelajaran
kewirausahaan
Aku
terlalu sulit
Seperti
coding dalam program
Salah
sedikit takkan berjalan
Mungkin
juga hancur berantakan
Angin apa yang membawa kita bersama
Mengapa baru tersadar ketika resah
Awalnya semua mengalir apa adanya
Apa mungkin hilangnya suatu
kebiasaan?
Tiada
seindah masa pendekatan
Semua
yang kita bicarakan terasa penting
Setiap
perjumpaan hal yang sangat dinanti
Tak jarang berbalas pandang
Meski terlihat sangat jauh
Serasa berada didepan mata
Entah
apa yang berubah
Setelah
kuperhatikan, semua masih kita lakukan
Tapi
aku merasa ada yang hilang
Aku
berfikir keras untuk itu
Sudahlah, aku tidak ingin
membahasnya lebih jauh
Aku percayakan waktu untuk
menjawabnya
Ya, itu semua butuh waktu
Menunggu bukan hal yang biasa bagiku
Aku
terus berjalan meski tak tahu hendak kemana





