Hi!
Rasanya aku malu membaca tulisan-tulisanku yang ada disini. Tapi aku senang karena dengan membacanya lagi aku serasa bisa kembali ke masa dimana tulisan itu ditulis dan sejarah apa yang sudah terjadi di kehidupanku.
Tahun ini, aku berusia 25 tahun.
Di bulan Januari 2023, aku berangkat ke Malaysia untuk merayakan ulang tahunku yang ke 25. Aku pergi kesana sendirian dengan tabungan dari freelance, gaji mengajar, arisan, dan hadiah uang dari kedua orangtuaku.
Banyak sekali yang terjadi sejak terakhir aku menulis disini. Februari 2021.
10 April 2021, jam 22:29. Aku dibawa ke UGD RS Citra Arafiq Kelapa Dua karena sesak napas, keringat dingin sampai pusing. Itu pertama kalinya aku sakit yang sampai dibawa ke RS. Awalnya aku mencoba bertahan dengan hanya dibaluri minyak kayu putih oleh mama. Tapi semakin lama rasanya aku tidak kuat, akhirnya orang tuaku panik dan langsung membawaku ke RS. Aku stres karena di vonis terkena covid-19 dan dibayanganku rasanya kematian ada di depan mata. Aku menangis sesenggukan yang mungkin terdengar oleh orang-orang di kamar rumah sakit itu. Aku dirawat disana 2 hari sebelum akhirnya dirujuk ke RS khusus covid-19, RS Bhayangkara Brimob Kelapa Dua. Disana aku dirawat selamat 14 hari. Selama disana ternyata makanan dari rumah sakit itu enak sekali. Dan plot twist nya di hari kedua ada salah satu teman MTs ku yang masuk ke kamar yang sama, Aliyah Nur Hasanah. Dia sedang hamil dan terkena covid-19. Saat itu awal bulan puasa. Tanganku sempat bengkak karena infusan. Banyak cerita selama 14 hari itu.
Aku pertama kali ke Dieng bersama rombongan tour yasma, 4 Juni 2022.
Ke konser PBB (Pesta Bebas Berselancar) 17 Juni 2022 di stadion Pakansari. Menonton JKT48 untuk yang pertama kali.
20 Oktober 2022, pertama kali cosplay sebagai Hu Tao dari game Genshin Impact di Depok Town Square.
Pertama kali ke gym, pertama kali nonton konser Noah, pertama kali naik LRT, dan banyak "pertama kali" lainnya yang aku coba sampai saat ini.
Dan, salah satu hal yang cukup besar terjadi di tahun 2022 adalah, aku putus dengan Imam (21 Maret 2022) setelah menjalin hubungan selama 6 tahun karena dia memutuskan untuk merokok dengan Vape. Tapi diakhir tahun 2022 kami kembali bersama lagi tanpa ada kata "balikan". Menonton film Missing di bioskop, makan di Ramen Ya Margo City. Menghabiskan waktu bersama saat malam tahun baru. Hingga dia mengantarku ke bandara saat hendak ke Malaysia. 21 Maret 2023 kami pergi ke Fat Bubble Margonda karena aku sudah lama ingin makan di tempat itu. Saat disana aku melihat tanggal, itu tepat 1 tahun saat kami berpisah. Rasanya seperti perayaan hari perpisahan. Kemudian aku memutuskan untuk tidak menghubunginya lagi setelah beberapa chat darinya yang tidak berkenan dihati tapi aku tidak sanggup untuk mengatakan bahwa aku tidak menyukainya, karena, ya, aku berpikir "emangnya gue siapa ngatur-ngatur kehidupan dia? Kan, sudah, M A N T A N."
Saat ke Dieng, bertepatan juga dengan drama menangis di bus karena lagunya mengingatkanku padanya, aku melihat hp. Ada chat darinya yang mengajakku untuk menemaninya makan dan pergi ke Bandung. Aku tidak tahu harus berkata apa. Benar-benar tidak ada kata yang bisa ku ucapkan sebagai balasan. Aku tidak membalasnya. Sampai akhirnya aku membuat konten tentang chat darinya itu. Seharusnya aku tidak melakukan itu tapi aku tidak berniat untuk menghapusnya.
Kejadian tak terduga setelah beberapa hari kemudian, handphone ku tertekan panggilan darurat saat di tas selama perjalanan menuju tempat kerja. Di sekolah aku melihat handphone sudah banyak pesan darurat mengirimkan link lokasiku yang mana dulu pernah aku set nomor panggilan daruratnya adalah nomor papa dan nomor Imam. Link itu tidak bisa dibuka oleh Imam yang kemudian itu membuatnya menelponku untuk memastikan keadaanku. Aku mengangkatnya dan mengatakan bahwa aku baik-baik saja, itu hanya handphone yang tertekan asal saat berada di tas.
Aku segera menghapus nomornya dari nomor telepon darurat dan itulah percakapan terakhir kami.
Sejujurnya, tidak mudah menghilangkan semuanya. Bahkan sampai saat ini, jika aku panik, khawatir, ketakutan, aku reflek menyebut namanya. Aku sudah berusaha melawan kebiasaan itu, namun selalu gagal. Yang akhirnya aku berkata "oke, kalau memang belum bisa, gapapa. Mungkin memang butuh waktu untuk bisa lepas dari semuanya. 6 tahun itu gak sebentar kan?"
Aku berusaha untuk jatuh cinta lagi. Bahkan pada orang yang buka tipe ku sama sekali. Kupikir dengan cara itu aku merasa "nothing to lose", tapi ternyata bersama orang yang tidak kucintai hanya menyiksa batinku. Akhirnya aku memutuskan untuk menjauhinya. Aku tahu aku sangat jahat pada orang itu karena mempermainkan perasaannya. Aku sungguh menyesal. Maaf.
Saat ini aku hanya ingin fokus menyembuhkan perasaanku tanpa mengorbankan orang lain didalamnya. Menjelajah dan mencoba berbagai hal yang aku suka.
Oh ya, saat ini aku sedang menempuh pendidikan S2 dengan jurusan yang sama. Insya Allah jika tidak ada kendala tahun depan aku dan adikku akan lulus bersamaan. Dia dengan gelar keperawatan, aku dengan gelar magister pendidikan. Sebenarnya aku merahasiakan ini dari orang tuaku, tapi mama akhirnya tahu karena mencecarku dengan pertanyaan-pertanyaan karena kecurigaannya setiap pagi melihat aku zoom meeting di kamar dari pagi hingga sore.
Aku juga memasang behel untuk merapikan gigiku sejak 12 April 2023.
Semoga semuanya berjalan sebagaimana mestinya. Semoga Allah berikan segala yang terbaik. Semoga Allah mengampuni segala dosaku. Aamiin.







