Kamis, 22 Mei 2025

Kenapa Begini Ya?

 Aku bingung.

Aku gak tau harus berbuat apa dan bagaimana.

Setiap hari terasa seperti kegiatan yang terulang-ulang secara terus menerus. Tidak bisa tidur di malam hari. Tertidur ketika menjelang subuh. Tidur dipagi hari dan bangun ketika shalat zuhur. Mandi. Makan pagi dan makan siang yang dirangkap dalam satu waktu. Lalu tiba-tiba sudah waktu maghrib. Isya. Makan malam. Menonton TV sampai larut malam. Pindah ke kamar dan tidak bisa tidur sampai subuh.

Begitu terus selama berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan sekarang sudah hampir setahun. Ya, aku resign dari pekerjaanku sebagai guru pada Juli 2024 lalu. Sekarang aku hanya mengerjakan pekerjaan freelance yang cukup untuk membayar kontrol behel dan cicilan kameraku yang sisa dua bulan lagi.

Sudah dua hari ini aku diare yang benar-benar keluar air. Itu membuatku lemas dan tidak nafsu makan. Kurasa ini karena aku sering merangkap makan pagi dan siang, juga karena begadang. 

Aku sudah berusaha untuk mengatur pekerjaan apa yang ingin aku kerjakan keesokan hari agar hidup ini tidak terasa seperti aktivitas berulang yang tanpa makna. Tapi saat aku memikirkannya aku juga tidak tau harus berbuat apa. Sebenarnya aku mau membuat konten video pendek yang sedang aku coba kembangkan di sosial mediaku. Tapi, ya, sekali lagi. Aku tidak tau apa yang harus aku ceritakan dalam video itu. Ada sih, sekelibat bayangan-bayangan dan ide-ide yang terlintas dipikiranku. Saat aku berusaha untuk menuliskannya, duduk dan menyiapkan catatan, whoosh... semuanya hilang. Bingung mau menulis apa.

Tapi aku bersyukur saat ini meskipun aku bisa dibilang pengangguran tapi aku masih ada penghasilan. Tidak seperti sebelumnya saat aku menganggur dan sama sekali tidak ada penghasilan. Stress nya dua kali lipat. Merasa tidak berguna dan hal-hal negatif lainnya.

Ku putuskan untuk menulis disini lagi karena menurut yang aku baca menulis jurnal dapat meredakan stres. Namun aku tidak mau lagi menulis di buku catatan. Trauma. Dulu buku harianku pernah dibaca oleh ibuku dan ia sangat marah dengan isinya. Jadi aku TIDAK AKAN PERNAH menulis cerita harian di buku lagi.

Tahun depan, jika benar terjadi, teman ibuku menawarkan pekerjaan di Kalimantan. Aku tidak terlalu berharap namun jika itu terjadi kemungkinan besar aku bisa menaikkan derajat orangtua ku. Katanya, gajinya lumayan. Dan yang terpikirkan pertama kali adalah memberangkatkan ibuku umroh. Dia sangat ingin umroh sampai jika ada undian berhadiah dari suatu produk apapun itu dia sangat antusias untuk berpartisipasi didalamnya. Ya, semoga saja aku bisa mewujudkan keinginannya itu.

Hm, aku baru ingat. Tadi pagi saat aku tidur aku bermimpi bertemu dengan mantan pacarku yang sudah meninggal, Alfi. Dia mantan pacarku saat kelas 2 SMK. Di mimpi itu rasanya kita sedang reuni dan dia datang diacara itu. Aku yang kaget juga bingung entah kenapa bilang padanya "Alfi?! Kamu bukannya udah... (meninggal)". Dia cuma terdiam. Tapi teman-teman kami disekitarnya seperti sudah tau apa yang terjadi dan membiarkan Alfi yang menjelaskannya padaku. "Aku kangen" kataku. "Aku juga" jawabnya tapi tidak mengeluarkan suara, hanya bibir yang bergerak. Dia memilih untuk tidak membahas mengapa dia ada disana dan menawarkanku es krim yang sama seperti yang dia punya. Aku tidak ingat lagi apa yang terjadi selanjutnya, tiba-tiba aku terbangun jam 9 pagi. Sampai saat aku ke kamar mandi aku masih memikirkan tentang mimpi itu. Semoga saja ia tenang di alam sana. Aamiin.

Sepertinya cukup untuk hari ini. Aku sudah merasa lebih baik. Ternyata benar, menulis apa yang dirasakan bisa meredakan stres. Terlebih sebenarnya aku ini orang yang banyak bicara tapi belakangan ini aku tidak banyak menceritakan tentang hidupku ke orang lain karena responnya tidak mengenakkan.

Sampai jumpa lagi!

Leave a Reply