Rencana ke pulau merak kecil
Sebenarnya kita sudah merencanakan ini dari liburan akhir tahun 2023, tapi saat kita berangkat kesana yang tadinya mau berangkat berempat akhirnya jadi cuma bertiga (Habibah, Febi, Ghina) karena Anna ada urusan lain. Karena kita terlambat naik kereta dari stasiun pondok Cina, saat sampai di stasiun Rangkasbitung kita udah ketinggalan kereta menuju merak dan memutuskan untuk putar balik ke pantai Ancol daripada gak kemana-mana sama sekali, jadi anak kereta seharian 🥲 saat kita cerita ke Anna dia senang karena sepertinya aku merasa memang perjalanan ke pulau merak kecil itu kita harus berempat biar seperti rencana awal.
Sabtu, 2 Maret 2024
Kesiangan bangun (05:16) MAKASIH BANGET YA ALLAH DIBANGUNKAN SETIDAKNYA SEBELUM JAM 6. Sebelumnya tidur sekitar jam setengah 2, jadi bersyukur banget bisa bangun jam segitu. Alarm hp pun gak kedengeran. langsung mandi. Kelar 6:05
Habibah chat aku :
"Umi ghin, bawa mukena gak mi?"
Aku balas :
"Kayanya aku terlambat deh, kalo gak kesampaian tinggalin aja ya"
Selama di perjalanan ngomong dalam hati :
"Kalau emang udah takdirnya aku berangkat bareng mereka, pasti kesampaian. Tapi sebelum itu, aku harus berusaha untuk sampai disana"
Motor di gas sampai mentok ke belakang. Kena lampu merah, untungnya cuma sebentar.
Sampai di stasiun pondok Cina, mereka belum masuk ke dalam stasiun, nungguin aku di pelataran 😠pas cek hp ternyata mereka nelfonin dan nanyain, udah OTW belum? terhuraaaa
Gak lama setelah itu, mungkin sekitar 10 menit, naik ke kereta tujuan Manggarai. Keretanya penuh, jadi kita berdiri dan berdesakan. Anna dan habibah pegangan ke pegangan kereta (apa sih tuh namanya yang buat gelantungin tangan), aku dan Febi mengandalkan kekuatan kaki karena kita di tengah. Febi pegangan ke tangan kanan aku.
Turun di Manggarai, mau naik kereta tujuan Tanah Abang, pintu keretanya udah hampir ditutup, Febi udah masuk duluan karena jalan paling depan, tapi karena dia panik dia malah mau turun dan sedikit ngedorong aku (aku jalan di belakang dia), aku dorong balik buat maksa dia naik. Di belakang aku ada Habibah dan Anna. Itu pintu udah separuh tertutup tapi untungnya ditahan dan akhirnya mereka bisa ikut masuk kereta. Kita ngetawain kejadian itu hampir satu menit dan berisik banget berempat-empat 😂
Turun di Tanah Abang, kita langsung cari jalur 5 karena tadi dengar pengumuman katanya yang tujuan Rangkasbitung ada di jalur 5. Agak sedikit lari karena takut ketutupan pintu kayak tadi 😂 setelah masuk gerbong kereta, kita jalan menyusuri gerbong untuk mencari tempat duduk yang kosong. Terus, aku ketemu tempat duduk panjang yang isinya cowok tapi duduknya berjauhan. Aku liat kayanya kita bisa nih duduk disini. Karena Habibah malu buat nyuruh mas-mas itu buat minggir, akhirnya aku yang ngomong "mas boleh minggir ngga"
Habibah yang udah hampir duduk di samping mas nya (kalau dia duduk disana -sisi kanan- kita jadi terpisah disisi kiri mas nya) akhirnya aku tarik tangannya sambil bilang "Habibah, sini!"
Mas-mas tadi sebenarnya udah geser biar Habibah bisa duduk, tapi dia jadi geser lagi ke arah sebaliknya karena aku narik Habibah 😂
Dan pas duduk kita ketawa lagi gara-gara begitu doang 🤣
Aku bilang :
"Habibah mau duduk disitu, gak temen banget lu" 😂
Perjalanan dari stasiun tanah abang ke Rangkasbitung itu jauh banget jaraknya antara satu stasiun ke stasiun berikutnya. Tapi pemandangannya bagus. Ada sawah dan banyak pepohonan.
Ada lagu yang diputar di kereta :
"Gemar sekali kau lukiskan bintang untukku. Sungguh lihai tanganmu menata kembali hati"
Dengan keadaan kereta yang hening, juga beberapa orang yang tidur dan main hp, aku jadi berasa lagi bikin video klip 😂
Waktu kita foto-foto dari jauh (kamera Anna ditaro di kursi panjang seberang biar kena semuanya) ada ibu-ibu di sebelah aku yang masuk ke frame dan ikut bergaya. Kita ketawa dan di foto-foto selanjutnya jadi ada ibu-ibu itu terus. Karena dia persis di sebelahku, aku coba ajak dia ngomong:
"Ibu nanti nonton ya video kita, ada ibunya 😂 Kita suka bikin konten bareng bu"
"Ohh nama YouTube nya apa?"
"Mi Anna, kasih liat mi"
Tapi karena subscriber dia sedikit dia gak mau kasih tau channelnya.
"Mi anna, kasih liat itu dia mau subscribe 😂"
Dan dia foto channel nya Anna dari hp Anna.
Dia cerita kalau dia juga suka bikin konten tapi gak di upload. "Paling di Tik Tok," katanya.
"Ohh iya sih ya, kalau di YouTube banyak deskripsinya" aku berusaha menguatkan pendapatnya.
Ibu-ibu itu ada tiga orang, yang persis di samping aku jilbabnya ungu, sebelahnya jilbab oranye, dan yang duduk di seberang jilbab hijau.
Mereka turun di stasiun ci....(Stasiun setelah stasiun Maja) Dan sebelum mereka turun Anna ragu-ragu mau mengambil video mereka karena sudah hampir turun, tapi aku meyakinkan untuk tetap mengambil videonya karena sepertinya stasiun tujuannya masih jauh di depan.
Sampai di stasiun Rangkasbitung.
Kita antre buat tap-out, Habibah dan Febi udah di depan duluan. Aku sama Anna di belakang. Dan pas nge-tap... Saldo e-money aku gak cukup 🥲
Kita semakin terpisah jauh dari habibah dan Febi.
Aku menepi dulu buat isi saldo ditemani Anna.
Setelah tap-out, lanjut antrean scan tiket buat naik kereta tujuan Merak. Aku telfon Habibah buat nanya dia dimana. Tapi malah di reject. Lah kenapa nih?
Telfon lagi. Diangkat. Suaranya gak jelas.
Habibah nyuruh kita buat nyebrang ngelewatin gerbong kereta dan baru aja dia minta video call kita udah ngeliat dia dari belakang.
Dan ternyata dia reject sebelumnya karena dia dan Febi abis jatuh di tangga besi antara 2 kereta 😂 konon katanya saat mereka jatuh disamperin sama petugas keretanya 😂 dan dibilangin kalau keretanya masih lama berangkatnya.
Duduk di kursi kereta berhadapan. Kita ketawa terus, ngetawain kejadian yang udah-udah. Pas keretanya berangkat, kita di tegur petugas kereta. 1 kali. Diem tuh. Gak lama kita ngobrol lagi. Ditegur lagi. 2 kali. Akhirnya kita memutuskan untuk ngobrol di grup yang aku bikin khusus sharing foto dan video selama perjalanan ke pulau merak kecil biar gak japri satu-satu.
Dan jadilah disamping kita ada 2 petugas yang jagain, curiga mereka disitu biar gampang negornya kalau kita berisik lagi.
Febi ngasih kita biskuit Dilan, pas banget ada 4.
Sesampainya di stasiun Merak, kita ditawari oleh banyak ojek tapi kami lebih memilih untuk naik angkot. Ongkosnya hanya 5.000 ke pulau Merak kecil.
Sampai di depan pulaunya, disuruh bayar 2.000, katanya untuk kebersihan. Lalu kami naik perahu kecil, per orang 15.000. Saat sampai di seberang pulau, dimintai uang 2.000 lagi. Entah kali ini untuk apa, yasudah kami bayar saja.
Sewa alas duduk (tikar) 20.000. Patungan 5.000/orang. Lalu pesan makan siang. Aku dan Anna pesan nasi goreng, Habibah pesan pop mie, Febi bawa bekal dari rumah. Aku lupa detail harganya, tapi sepertinya rata-rata 15.000-an.
Setelah makan siang, aku, Habibah, dan Anna shalat zuhur dan meninggalkan Febi karena dia sedang "tidak shalat". Kami bertiga ke toilet dulu yang mana ternyata air untuk istinja' nya dari air laut. Habibah langsung speechless.
Kami meng-qadha shalat zuhur dan ashar karena perjalanan nanti akan melewati waktu ashar dan cukup jauh.
Dan..... FOTO-FOTO DI PANTAI! Karena aku kurang suka difoto akhirnya aku jadi tukang foto mereka bertiga HAHAHA. Alasan lain sebenarnya adalah karena aku menggunakan celana jeans dan khawatir jika mereka meng-upload di sosial media aku akan kena sorotan. Aku membawa tripod untuk mengambil video dari jauh dengan latar pantai.
Kami meninggalkan pantai sekitar setengah 3 untuk kembali menuju ke stasiun Merak lagi dengan naik angkot. Di kereta, kami sudah lelah dan berbincang dengan nada yang tidak sekuat saat berangkat. Habibah masih kesakitan dengan kakinya yang sempat jatuh di tangga besi. Aku yang penasaran dengan toilet kereta mencoba iseng masuk kesana hanya untuk cuci tangan dan bercermin.
Stasiun Rangkasbitung.
Awalnya kita ingin segera naik kereta selanjutnya menuju stasiun pondok cina. Tapi rasanya lapar sekali sehingga kita memutuskan untuk mencari tempat makan sekitar stasiun. Kami memesan nasi dan ayam goreng. Nama menunya berbeda, Pecel Ayam dan Ayam Penyet. Tapi tampilannya hampir sama, bedanya Ayam Penyet sambalnya langsung dituang diatas ayamnya.
Sudah hampir masuk waktu shalat maghrib dan kami memutuskan untuk meng-qadha di stasiun pondok cina. Selama perjalanan dari stasiun Rangkasbitung ke Pondok Cina kami semua sudah kekelahan dan tertidur. Sesekali terbangun dan tidur lagi. Tiba-tiba kereta sudah penuh dan ada beberapa orang yang berdiri di depan kami.
Stasiun Pondok Cina
Febi pamit duluan karena dia tidak shalat dan sudah memesan ojek untuk pulang. Anna dan Habibah sudah masuk ke mushola. Aku ke toilet dulu untuk buang air. Saat melihat.... ternyata aku "tidak shalat". Jadilah aku menunggu Anna dan Habibah selesai shalat. Lalu aku menawarkan untuk mengantar Habibah ke rumahnya. Tapi dia bilang dia sudah memesan ojek. Aku melihat layar hpnya, lalu dia bilang "lah kok di cancel sih?" aku dengan semangat langsung bilang "YES! UDAH SAMA GUE AJA AYO!". Dia yang mungkin merasa tidak enak dengan Anna mempertanyakan ulang niatku.
Aku memberikan jaket Anna yang dia titip di motorku saat mau berangkat. Lalu dengan segera dia berangkat dengan ojeknya. Dan ternyata, Febi masih belum menemukan ojek untuk mengantarnya pulang. Akhirnya aku dan Habibah menunggu hingga dia mendapatkan ojek. Terakhir, aku dan Habibah pulang dengan motorku. Aku yang kagok jika membonceng orang memintanya untuk membawa motor. Di perjalanan dia sempat membahas ketidakenakannya karena hanya dia yang aku antar.
"Kalau bisa gue angkut semua, gue angkut dah. Kalau gue bawa mobil, gue angkut semua" Padahal mobil saja gak punya. HAHAHA. Kan, Andaikata....
Lalu dia minta diturunkan di depan gang untuk melanjutkan menggunakan ojek yang sudah dekat menuju ke rumahnya.
Saat aku sampai di rumah, aku baru sadar bahwa botol air mineral Habibah masih ada di tasku. Melihat hp, tidak ada sinyal. Restart, masih begitu juga. Yasudah. Aku diamkan saja sampai dia benar sendiri. Setelah ada sinyal aku mengabarkan ke semuanya kalau aku sudah dirumah.
Perjalanan ini cukup melelahkan tapi menyenangkan. Terima kasih banyak kepada planner perjalanan kita, Habibah. Dan dokumentasi vlog, Anna. Juga Febi yang kalau diajak kemana-mana hayuk aja. Semoga kita bisa jalan-jalan bersama lagi dilain waktu!




