#Post Title #Post Title #Post Title
Rabu, 26 November 2025

Mau Cerita

 Aku sudah tidak mengobrol lagi dengan Jim. Sebelumnya kita memang sempat ada cekcok tapi akhirnya kembali terhubung, setelah itu komunikasi kita tidak pernah sama lagi. Dia mulai membahas bahwa dia adalah pria yang berkeluarga. Aku juga menegaskan bahwa aku tidak menginginkan hal yang lebih dari sekedar teman. Setelah itu pelan-pelan intensitas chat semakin sedikit.... sampai akhirnya tidak ada chat sama sekali. Dia juga bilang istrinya akan kembali ke UK untuk pengobatan. Sebelum kita tidak mengobrol sama sekali, dia bilang akan mengajak anak perempuannya yang terkena sakit kanker berjalan-jalan untuk menghabiskan waktu bersama. 

Adikku kembali ke Depok saat ulang tahun papa. Itu merupakan suatu kejutan bahkan juga bagiku karena hanya mama yang tahu kalau dia akan pulang. Kami benar-benar memaksimalkan waktu bersama dengan berjalan-jalan hampir setiap hari. Belanja ini-itu. Aku senang dia ada dirumah, rumah menjadi seperti hidup kembali dengan canda tawanya. 13 November dia kembali lagi ke Kalimantan.

Aku berpikir untuk belajar merajut setelah melihat gantungan kunci paus dengan warna biru dan putih di Shopee, padahal sebelumnya aku merasa merajut itu membuang-buang waktu saja. Aku memesan beberapa gulung benang dan hakpen untuk memulai merajut. Awalnya sangat sulit sampai aku meremas rambutku dan memukul kepalaku karena saking pusingnya. (13 November) Sampai akhirnya kak Ina menawarkan untuk melakukan video call dan merekomendasikan beberapa video tutorial di YouTube untuk aku tonton dan berdiskusi tentang rajutan. Setelah beberapa hari intens merajut akhirnya aku bisa dan.... Sakit.

Aku diare yang benar-benar hanya keluar air selama 3 hari berturut-turut. Hari pertama setelah hampir 4 kali diare aku berobat ke KJP dan diberi obat tapi tidak ada perubahan sampai besoknya. Lalu ke Bu Bidan Natalia dan diberi obat 5 macam. Tidak bisa makan nasi, tidak ada dorongan dari badan untuk makan, cuma makan lauk. Di hari keempat baru membaik. Berat badanku turun 2 kg. Setelah itu aku menjadi cepat lapar dan ketika lapar disertai badan gemetar dan keringat dingin. Itu selalu terjadi di mulai jam 5 pagi. Seringkali setiap merasa cemas rasanya seperti ada rasa asam diujung tenggorokan. Maka dari itu aku mengatasinya dengan mengatur napas, menghela napas panjang dan menenangkan diri.

24 November mama kontrol ke Primaya. Pagi USG ditemani papa. Baca hasil USG sore bersama dokter penyakit dalam, Firda Anisa. Dia bilang mama harus operasi batu empedu karena ukurannya sudah hampir 2cm dan ada 2. Keluar dari ruangan mama menangis dan merenung. Mama sudah kesulitan berjalan karena lututnya radang sendi dan akhirnya memakai kursi roda dari rumah sakit. Pertama kalinya bagi kita menggunakan itu dan Alhamdulillah Allah memberikan aku kekuatan untuk mendorong mama dikursi roda. Sempat kesulitan di kamar mandi karena ada posisi lantai yang tidak sejajar menyulitkan kursi roda untuk berjalan, akhirnya ditolong oleh orang untuk mengangkatnya, dan ternyata di kursi itu ada pijakan yang bisa mengangkat kursi roda nya agar bisa naik sedikit, aku tidak tahu itu sebelumnya.

Saat di ruang tunggu, aku tiba-tiba memikirkan beberapa orang yang pernah ada di kehidupanku. Markus, Arfin, Jim, walaupun kita tidak berkomunikasi lagi kuharap mereka semua baik-baik saja.

Aku mau mulai belajar merajut lagi hari ini tapi tiba-tiba rasa cemas datang karena membayangkan betapa aku terlalu serius kemarin sampai aku begadang dan sakit, menjadikan munculnya reaksi trauma. Mungkin lebih baik tidak sekarang. 

[ Read More ]
Rabu, 22 Oktober 2025

Menjadi Lebih Baik

 Aku meninggalkan pekerjaan lamaku yang kurang baik. Aku berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik karena entah mengapa aku merasa Allah memberiku begitu banyak pertanda untuk kembali ke jalan yang lurus. Sebelum aku benar-benar keluar, sebenarnya sudah banyak sekali orang yang memperingatiku untuk keluar dari sana bahkan orang-orang yang terkait dalam pekerjaanku itu. Namun saat aku bertemu dengan Jim, seseorang dari Skotlandia, dia begitu banyak memaparkan bahwa aku harus berhenti dari pekerjaan itu karena alasan keamanan. Setelah mempertimbangkan banyak hal, akhirnya aku benar-benar keluar dari sana. Dan, ya, entah mengapa hubunganku dengan Jim juga menjadi tidak baik-baik saja. Mungkin Allah ingin membersihkan semuanya yang berhubungan dengan pekerjaan lamaku itu bahkan sampai orang-orang yang aku kenal dari sana. Juga Arfin (India), orang yang kukenal dari tempat yang sama dimana aku bertemu dengan Jim, kami bertengkar dan akhirnya aku memutuskan untuk tidak bicara lagi dengannya, selamanya.

Mereka semua orang baik, hanya saja kita bertemu di tempat yang tidak baik. Aku tidak akan pernah melupakan kebaikan orang-orang yang pernah menolongku selama bekerja disana. Kuharap Allah membalas kebaikan kalian semua, dan juga memaafkan dosa-dosaku dan kalian.

Jujur saja, sekarang aku merasa bingung harus bagaimana lagi mencari uang karena sebelumnya aku mendapatkan uang dengan begitu mudah. Banyak sekali rencana di kepalaku tetapi setiap aku berusaha untuk memulainya tiba-tiba semangatku luntur ditengah jalan. Yang kupikirkan adalah bagaimana aku bisa menghasilkan uang dengan cepat selama 2 bulan ini karena aku harus membayar biaya perawatan behelku yang kemungkinan akan dilepas 2 bulan lagi, bulan Desember. Dan itu membutuhkan biaya yang cukup besar. Memikirkan hal itu membuatku lemas dan tidak bersemangat. Berkali-kali aku mengecek lowongan kerja di situs online tapi tidak ada yang menarik bagiku.

Bahkan tadi siang, aku sudah mempersiapkan segalanya untuk kebutuhan shooting video pendek yang rencananya aku buat untuk perlombaan. Baru beberapa scene tiba-tiba aku terpikir akan biaya behelku lagi. Seketika tidak bersemangat. Aku membereskan semua barangku dan meringkuk dikasur.

Dalam situasi seperti ini rasanya aku ingin ada tempat untuk bercerita tetapi aku khawatir cerita-ceritaku yang seperti ini hanya akan membebani pikiran orang lain saja.

Ya Allah, tolong aku.

[ Read More ]
Kamis, 04 September 2025

Sudah Masuk Bulan September

 Ya, sudah masuk bulan September di tahun 2025. Yang artinya sebentar lagi 2025 akan berakhir dan menuju 2026. Setelah membaca postingan sebelumnya, "Tertegun", alhamdulillah beberapa poin disana sudah terlaksana. 

1. Alhamdulillah cicilan sudah lunas semua

2. Pajak STNK motor sudah terbayar

3. Ulang tahun Habibah juga sukses datang ke rumahnya bersama umi Sari

4. Kontrol behel pada saat itu mampu terbayar walaupun awalnya ragu sampai meminjam uang mama (lupa berapa nominalnya) tapi ternyata uangku cukup. Akhirnya ku transfer lagi ke mama setelah pulang dari dokter gigi.

5. Paket internet mampu terbeli. Sekarang sedang memikirkan harga paket internet IM3 yang semakin mahal. Kurang lebih aku harus mengeluarkan 200ribu rupiah untuk 2 hp. 1 untuk daily, 1 untuk kerjaan.

6. Film pendek masih sedang dalam proses edit. Sudah di cut bagian yang perlu diambil. Separuh sudah di color grading. Tinggal penyesuaian suara dan efek suara jika diperlukan. Setelah itu penambahan subtitel bahasa Inggris karena teman-teman dari luar Indonesia mau menontonnya juga. Umi Sari sudah menanyakan kapan filmnya selesai. Jujur saja kadang berlama-lama di depan hp sambil mengedit membuatku beberapa kali menjatuhkan hp itu karena mengantuk. Aku kepikiran untuk mengedit di cafe agar lebih fokus, karena di kamar rasanya ingin selalu rebahan.

7. Aku sudah tidak terlalu memikirkan brand iPhone. Sekarang aku mulai memikirkan brand Samsung terutama tipe S25 Ultra. Entahlah. Lihat saja nanti.

8. Ide konten, selalu menjadi beban pikiran yang takkan pernah usai.

9. Tab buat mama. Sudah coba lihat-lihat di Tokopedia, sepertinya aku akan membelikan Redmi Pad Pro, harganya sekitar 3,8 Juta. Entah kapan aku bisa membelinya. Sepertinya aku mau beli tab yang sama untukku sendiri. Sekarang yang kupikirkan adalah biaya behel yang kemungkinan akan dilepas akhir tahun ini, biaya ke dokter kulit untuk wajah, dan biaya tiket ke Kalimantan jika jadi pergi kesana.


Dan masalah kehidupan sosialku, banyak yang terjadi akhir-akhir ini. Aziz kembali menghubungiku lagi saat malam takbiran idul adha, 6 Juni 2025 dini hari (ya, sebelum postingan "Tertegun"). Dia sudah menikah, dan menikah di bulan yang sama dengan mantanku. Aziz 1 Desember 2024, mantanku 14 Desember 2024. Dia menghubungiku di aplikasi dimana kita bertemu. Lalu meneleponku di Whatsapp. Karena tidak aku hiraukan, dia menelepon menggunakan panggilan normal (dengan pulsa) menggunakan nomor pribadinya dan nomor baru yang aku tidak kenal, tapi sama-sama dari Malaysia, jadi kuyakin itu nomornya. Setelah beberapa lama aku akhirnya meresponnya, ku buat dia ilfeel, lalu dia tidak membalas pesanku lagi. Kemudian aku memblokirnya di semua akses yang biasa kita gunakan.

Kedua, Arfin, dari India. Di suatu pagi disaat aku baru bangun tidur, dia meneleponku dan mengatakan ingin menyampaikan sesuatu. Singkatnya, dia bilang dia ingin menjadikan aku pasangannya sedangkan dia saat itu juga sudah memiliki pacar (yang mana pacarnya itu orang Indonesia juga). Namun bukan pacaran yang dia inginkan, dia ingin memilikiku sebagai istrinya dan nantinya dia juga berencana akan memperistri pacarnya yang sekarang. Dia bilang, demi Allah, dia berjanji akan berlaku adil kepada istri-istrinya (karena kemungkinan dia akan menambah istri lagi setelah itu, kurasa).

I was like, "Ini orang gila apa ya? pagi-pagi baru banget bangun tiba-tiba ditawarin jadi istri poligami!"

Disaat aku masih trauma dengan kisahku yang gagal menikah sampai akhirnya tidak mau menikah, orang ini menawarkan skenario drama percintaan terburuk yang pernah aku bayangkan. Betapa dia memandangku hanya sebagai koleksi semata. Itulah mengapa aku takut dengan pria yang berpunya. Dia merasa semuanya dapat ia beli dengan uangnya tanpa mempedulikan perasaan orang lain. Yang penting keinginannya tercapai. Persetan dengan janji yang diucapkan. Selama itu aman baginya, maka dia akan berjalan terus mengikuti hawa nafsunya.

Aku marah. Namun dia bilang aku tidak perlu menjawabnya pada hari itu juga. Aku diminta untuk berpikir dan memberikan jawaban 1 tahun kedepan.

Setelah perbincangan itu, aku merasa tidak nyaman dengannya. Padahal aku berpikir kita adalah teman baik dan akan berteman dalam waktu yang lama. Sikapnya juga berubah. Dia sering mengirimiku pesan seakan-akan aku adalah pacarnya dan itu membuatku risih. Beberapa kali dia meminta untuk bicara lewat telepon tetapi selalu ku tolak karena aku masih shock dengan permintaan dia yang seperti itu dan sialnya itu terus bergelayutan di kepalaku. Sampai suatu ketika aku mengalami vertigo untuk yang pertama kali dalam hidup. Aku memberitahunya bahwa aku sedang vertigo, dia sedikit khawatir dan menelepon, aku tidak mengangkatnya. KARENA AKU SEDANG PUSING. Lama aku tidak membalas pesannya, dan respon yang kulihat sama seperti saat mantanku mengetahui bahwa aku sakit. Hanya mengatakan semoga cepat sembuh. Setelah berpikir beberapa waktu, aku memutuskan untuk tidak bicara dengannya selama 3 bulan. Saat dia bertanya kenapa, aku hanya memberi jawaban ngambang. Ya, sama seperti yang biasa dia lakukan padaku. Dulu dia biasa meninggalkanku untuk waktu yang sangat lama dan kembali saat dia sudah ingin bicara. Kadang dia juga memintaku untuk memblokirnya di Whatsapp maupun Instagram. Aku selalu melakukannya. Namun saat dia meminta untuk membuka blokir Instagramnya kembali, aku tidak mau. Aku membuka blokir Whatsapp nya karena dia menghubungiku menggunakan nomor lain dan kurasa aku bisa menjalin hubungan pertemanan yang baik lagi dengannya. Tapi ternyata drama seperti itu terulang lagi dan dia menghubungiku di waktu yang tidak seharusnya (misalnya dia bilang tidak ingin bicara selama 2 bulan, tapi sebelum 2 bulan dia sudah mengirimiku pesan). Aku tidak menjawabnya. Aku baru membalas pesannya ketika benar-benar tepat 2 bulan. Dan setelah kami bicara lagi, dia bilang dia sudah mempunyai pacar yang dia kenal dari Tinder. Aku sedikit tidak peduli apalagi saat dia berusaha untuk menceritakan tentang pacarnya itu. Aku bilang padanya untuk berhenti menghubungiku untuk hal-hal yang tidak penting karena aku menghargai pasangannya sebagai sesama perempuan, dan akupun tidak ingin jika aku punya pasangan nanti pasanganku masih suka menghubungi teman perempuannya hanya untuk haha hihi. Dia agak tidak setuju tapi aku meyakinkannya, lalu setelah itu kami berjarak. Hingga suatu hari muncullah tawaran poligami yang kuceritakan diawal itu. Sampai saat ini aku masih mendiamkannya karena ini belum 3 bulan (akan berakhir di awal bulan Oktober). Sejak aku meminta untuk tidak bicara selama 3 bulan, dia selalu berusaha menghubungiku dengan telepon berkali-kali dan mengirim pesan yang membuatku risih. Entah apa yang akan aku katakan padanya saat tepat 3 bulan nanti. Dan entah aku masih mau berteman dengannya lagi atau tidak. Kita lihat saja nanti.

Ketiga, Sarfraaz, India (lagi). Aku mengenalnya lewat aplikasi yang sama seperti saat aku kenal Aziz dan Arfin. Dia sedang pulang ke India dari yang sebelumnya dia kuliah di Prancis (sekarang sudah lulus) dan mengambil pekerjaan part time. Dia berencana akan kembali lagi ke Prancis tanggal 6 September 2025. Sebenarnya sudah tidak ada lagi masalah dengannya, tapi aku masih kesal karena peristiwa yang pernah terjadi diantara kita. Aku pernah suka dengannya tapi aku merasa dia memanfaatkanku hanya untuk fantasinya sedangkan dia pernah bercerita dia punya teman perempuan di Prancis dan dia menutupi bagian tubuh perempuan itu karena terlalu terbuka, sedangkan dia melihatku seperti wanita murahan. Aku kecewa padanya. Kita sempat tidak berkomunikasi sangat lama dan bulan lalu kita saling berbalas pesan lagi. Sampai suatu ketika aku terpancing untuk menguak cerita lama dan dia juga mengakui bahwa dia menyakiti perasaanku. Dia bilang dia menghubungiku lagi sebenarnya untuk meminta maaf, namun yang kulihat setiap hari dia hanya mengirimkan pesan, apa kabar?, lagi ngapain?, selalu begitu selama beberapa hari. Dia bilang sedang menunggu saat yang tepat untuk minta maaf tapi tidak pernah menemukan waktu yang tepat itu. Jawaban terakhirku padanya "gak ketemu waktu yang tepat atau gak pernah benar-benar mau ngelakuin itu (minta maaf)". Setelah itu dia baru mengatakan maaf tapi aku sudah malas menjawabnya. Pesan terakhir darinya tanggal 22 Agustus dan masih belum kubalas.


Aku hanya ingin orang-orang itu merasakan apa yang aku rasakan. Dianggap remeh dan ditinggalkan rasanya tidak enak, bukan? dan setelah ini aku tidak ingin ada siasat pembalasan lagi. Aku lelah dengan orang seperti itu. Mungkin setelahnya jika ini terjadi lagi dengan orang baru maka aku langsung pergi saja tanpa berkata apapun. Orang yang menyakiti jika diberi kesempatan kadang hanya akan memberikan luka yang lebih dalam dimasa depan.

[ Read More ]
Senin, 07 Juli 2025

Tertegun

 Aku terdiam beberapa saat ketika ingin mengetik tulisan ini. Bahkan untuk memikirkan apa yang harus diketik saja aku bingung. 

Yang kupikirkan saat ini :

1. Alhamdulillah cicilan sisa 1 kali lagi (bulan ini) dan masih berjuang untuk mengumpulkan uangnya.

2. Besok insya Allah aku mau bayar pajak STNK motor.

3. Tanggal 8 Juli ke rumah Habibah untuk merayakan ulang tahunnya di rumahnya (ini surprise, dia tidak tahu bahwa aku dan umi Sari akan datang).

4. Kumpulkan uang untuk kontrol behel bulan ini.

5. 13 Juli paket internet HP yang Xiaomi sudah habis masa berlakunya.

6. Film pendek belum di edit juga sampai sekarang.

7. Mau beli hp iPhone 16 pro max 256 GB dan iPad air 11 inci 256 GB, sudah masuk keranjang Shopee, total hampir 38jutaan.

8. Mau bikin video konten baru di TikTok tapi belum ada ide.

9. Mama ngode minta dibelikan tab dan aku pusing bagaimana cara mendapatkannya.




[ Read More ]
Kamis, 22 Mei 2025

Kenapa Begini Ya?

 Aku bingung.

Aku gak tau harus berbuat apa dan bagaimana.

Setiap hari terasa seperti kegiatan yang terulang-ulang secara terus menerus. Tidak bisa tidur di malam hari. Tertidur ketika menjelang subuh. Tidur dipagi hari dan bangun ketika shalat zuhur. Mandi. Makan pagi dan makan siang yang dirangkap dalam satu waktu. Lalu tiba-tiba sudah waktu maghrib. Isya. Makan malam. Menonton TV sampai larut malam. Pindah ke kamar dan tidak bisa tidur sampai subuh.

Begitu terus selama berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan sekarang sudah hampir setahun. Ya, aku resign dari pekerjaanku sebagai guru pada Juli 2024 lalu. Sekarang aku hanya mengerjakan pekerjaan freelance yang cukup untuk membayar kontrol behel dan cicilan kameraku yang sisa dua bulan lagi.

Sudah dua hari ini aku diare yang benar-benar keluar air. Itu membuatku lemas dan tidak nafsu makan. Kurasa ini karena aku sering merangkap makan pagi dan siang, juga karena begadang. 

Aku sudah berusaha untuk mengatur pekerjaan apa yang ingin aku kerjakan keesokan hari agar hidup ini tidak terasa seperti aktivitas berulang yang tanpa makna. Tapi saat aku memikirkannya aku juga tidak tau harus berbuat apa. Sebenarnya aku mau membuat konten video pendek yang sedang aku coba kembangkan di sosial mediaku. Tapi, ya, sekali lagi. Aku tidak tau apa yang harus aku ceritakan dalam video itu. Ada sih, sekelibat bayangan-bayangan dan ide-ide yang terlintas dipikiranku. Saat aku berusaha untuk menuliskannya, duduk dan menyiapkan catatan, whoosh... semuanya hilang. Bingung mau menulis apa.

Tapi aku bersyukur saat ini meskipun aku bisa dibilang pengangguran tapi aku masih ada penghasilan. Tidak seperti sebelumnya saat aku menganggur dan sama sekali tidak ada penghasilan. Stress nya dua kali lipat. Merasa tidak berguna dan hal-hal negatif lainnya.

Ku putuskan untuk menulis disini lagi karena menurut yang aku baca menulis jurnal dapat meredakan stres. Namun aku tidak mau lagi menulis di buku catatan. Trauma. Dulu buku harianku pernah dibaca oleh ibuku dan ia sangat marah dengan isinya. Jadi aku TIDAK AKAN PERNAH menulis cerita harian di buku lagi.

Tahun depan, jika benar terjadi, teman ibuku menawarkan pekerjaan di Kalimantan. Aku tidak terlalu berharap namun jika itu terjadi kemungkinan besar aku bisa menaikkan derajat orangtua ku. Katanya, gajinya lumayan. Dan yang terpikirkan pertama kali adalah memberangkatkan ibuku umroh. Dia sangat ingin umroh sampai jika ada undian berhadiah dari suatu produk apapun itu dia sangat antusias untuk berpartisipasi didalamnya. Ya, semoga saja aku bisa mewujudkan keinginannya itu.

Hm, aku baru ingat. Tadi pagi saat aku tidur aku bermimpi bertemu dengan mantan pacarku yang sudah meninggal, Alfi. Dia mantan pacarku saat kelas 2 SMK. Di mimpi itu rasanya kita sedang reuni dan dia datang diacara itu. Aku yang kaget juga bingung entah kenapa bilang padanya "Alfi?! Kamu bukannya udah... (meninggal)". Dia cuma terdiam. Tapi teman-teman kami disekitarnya seperti sudah tau apa yang terjadi dan membiarkan Alfi yang menjelaskannya padaku. "Aku kangen" kataku. "Aku juga" jawabnya tapi tidak mengeluarkan suara, hanya bibir yang bergerak. Dia memilih untuk tidak membahas mengapa dia ada disana dan menawarkanku es krim yang sama seperti yang dia punya. Aku tidak ingat lagi apa yang terjadi selanjutnya, tiba-tiba aku terbangun jam 9 pagi. Sampai saat aku ke kamar mandi aku masih memikirkan tentang mimpi itu. Semoga saja ia tenang di alam sana. Aamiin.

Sepertinya cukup untuk hari ini. Aku sudah merasa lebih baik. Ternyata benar, menulis apa yang dirasakan bisa meredakan stres. Terlebih sebenarnya aku ini orang yang banyak bicara tapi belakangan ini aku tidak banyak menceritakan tentang hidupku ke orang lain karena responnya tidak mengenakkan.

Sampai jumpa lagi!

[ Read More ]